Awas Ada Razia Bokong di Jakarta ( Nyata ! )


Langkah aparat kepolisian menggelar razia anak jalanan dan mengecek duburnya untuk mengetahui apakah menjadi korban sodomi tidak pantas dan tidak efektik untuk mencegah kejahatan seksual tersebut.

“Saya kira setuju dengan Komisi Perlindungan Anak (Komnas PA) yang mengecam operasi dubur karena tidak manusiawi dan tidak pantas,” tandas Kriminolog Universitas Indonesia Iqrak Sulhin.

Menurut dia, tindakan yang tidak etis ini tidak akan efektif untuk mencegah anak-anak jalanan dari pelaku sodomi. “Masa mencegah kejahatan dengan cara seperti itu. Akan lebih efektif pantau dan mencari para pengorganisir anak jalanan, tujuan dan motivasinya untuk apa, bukan anaknya yang dijadikan target,” terang Iqrak.

Dari para pihak yang mengorganisir tersebut bisa digali banyak informasi, apakah mereka terlibat eksploitasi ekonomi, seksual, dan psikologis terhadap anak jalanan. “Kalau ada indikasi, mereka harus dijerat hukum,” tegas dia.

Dia mengungkapkan, pelaku sodomi belum tentu semuanya bermodus seperti Bayquni alis Babeh, tapi siapa saja bisa memungkinkan. Sebab itu, dengan memeriksa dubur anak jalanan belum tentu dapat melacak pelaku sodomi karena kemungkinan lainya masih banyak.

Sebelumnya, ide razia dubur anak jalanan ini muncul akibat maraknya anak jalanan menjadi korban penyimpangan seksual

Pemprov bersama Polda Metro Jaya hari ini menggelar pemeriksaan terhadap anak jalanan. Kepala Dinas Sosial DKI Budihardjo mengatakan, pemeriksaan tersebut untuk melihat aspek kesehatan dari anak jalanan.

“Apakah yang bersangkutan menjadi korban yang namanya penyimpangan seksual atau tindak kekerasan,” kata Budihardjo

Menurut dia, operasi tersebut dilakukan bersama aparat kepolisian dalam sebuah tim. Nah, tim tersebut akan bekerja secara komprehensif.

Budihardjo menjelaskan, dulu operasi hanya digelar oleh Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja. Tapi kini, ada aparat kepolisian yang turut membantu. “Dengan masuknya kepolisian siapa tahu nanti ditemukan Babeh-Babeh yang lain,” terangnya.
Polda SMS Batalkan Razia Dubur

Polres Jakarta Pusat membatalkan rencana pemeriksaan dubur anak jalanan untuk memastikan apakah mereka menjadi korban sodomi atu tidak. Kendati demikian, Polres Jakarta Pusat, Kamis (21/1/2010) pagi sekira pukul 08.00 WIB melakukan pendataan anak jalanan di wilayah operasionalnya.
Dari pendataan itu, terjaring belasan anak jalanan. Setelah dikumpulkan di Mapolres Jakarta Utara, anak jalanan tersebut didata kemudian dipulangkan ke tempat asalnya. Namun tidak diperiksa duburnya.

Saat dikonfirmasi terkait pemeriksaan dubur, petugas Polres Jakarta Pusat menyatakan jika rencana itu dibatalkan. “Di sini batal. Dapat SMS dari Polda, batal,” ungkap dia yang enggan disebutkan namanya.

Menurut dia, seandainya Dinas Sosial tetap rencana tersebut, pihaknya mempersilakan saja. “Kalau Dinas Sosial melaksanakan biarin aja,” pungkasnya.

Memang razia dubur ini banyak mendapat penentangan dari berbagai pihak karena dinilai tidak pantas dan tidak manusiawi. Bahkan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengecam keras langkah yang dinilai melecehkan dan melanggar hak asasi manusia itu.

Untungnya dibatalkan, kalo kaga, bisa heboh nanti, dan dibilang nanti pengalihan isu lagi deh.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Belajar Bahasa Inggris