Anak Gadis Jadi " Tumbal Seks " Keserakahan Ayah !


Ayah Ingin Kaya, Anak Gadisnya Jadi "Tumbal" Dukun Palsu


Bisa kaya raya tanpa susah payah tampaknya masih menjadi impian banyak orang. Justify FullAkhirnya bisa ditebak, mereka pun menjadi korban penipuan. Termasuk dua gadis yang menjadi berita ini, sebut saja namanya Wati dan Wita. Kedua gadis belia itu menjadi korban ambisi orangtuanya yang ingin mengentaskan kemiskinan dengan jalan pintas.

Di desa Bambang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, ada seorang lelaki yang mengaku bisa mengubah nasib dari miskin menjadi kaya. Namanya Suratin. Umur belum begitu tua, masih 40-an tahun. Dan, entah bagaimana kisah ini dimulai. Yang jelas, Wati dan Wita kemudian dibawa orangtua mereka menemui Suratin demi meraih impiannya.

Wati, warga Poncokusumo, sementara Wita, warga Wonorejo. Dalam pertemuan untuk melakukan ritual mengunduh kekayaan, Wati dan Wita tak urung menjadi korban pencabulan.

Setiap melakukan ritual mengunduh kekayaan, Wita dan Wati selalu menjadi korban. Bahkan, sudah berulang kali. Untung tak dapat diraih, malang tak bisa ditolak. Akhirnya orangtua Wita dan Wati melaporkan Suratin ke Polsek Poncokusumo, Kabupaten Malang, Selasa (5/5). Sebab, nasibnya ternyata tak berubah baik meski sudah menjalani ritual yang diberikan pelaku. Tragisnya, anak gadis mereka telanjur menjadi ‘tumbal’ pelaku dengan alasan untuk persyaratan ritualnya.

Rabu (6/5) siang kemarin, pelaku dibekuk di rumahnya. “Kasus ini sekarang ditangani PPA Polres Malang karena kedua korban masih tergolong anak di bawah umur,” kata AKP Gianto SH, Kapolsek Poncokusumo, Kamis (6/5).

Menurut Gianto, kasus pencabulan ini bermula dari perkenalan orangtua korban dengan pelaku melalui seorang perantara pada awal Februari lalu. Saat itu pelaku datang ke rumah korban dan dikenalkan sebagai ‘orang pintar’ yang bisa mengubah nasib menjadi kaya. Orangtua korban tertarik dengan kesaktian pelaku.

“Dimintai tolong orangtua korban, pelaku menerima. Entah pelaku bisa atau tidak, itu yang kami belum tahu. Yang jelas, pekerjaan Suratin adalah petani,” tutur Gianto. Salah satu persyaratan yang diajukan Suratin, yakni orangtua korban harus mengambil air dari kali untuk ritual di rumah korban.

Di saat orangtua korban pergi ke sungai mengambil air, Suratin menunggu di rumah korban. Dua perempuan itu diganti bajunya dengan kain serba putih. Saat itulah pelaku melancarkan aksinya mencabuli dua anak gadis korban.

“Itu terjadi dua kali bersamaan orang tua korban pergi ke kali mengambil air sumber. Informasinya, pelaku tak hanya mencabuli melainkan sempat memerkosa. Modus pelaku seperti itu juga dilakukan terhadap korban lainnya,” ujar Gianto.
Sumber:antara
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Belajar Bahasa Inggris