Misteri No. 10 di Punggung Pemain Sepak Bola !



ROMA - Bintang dan legenda. Predikat itulah yang melekat kuat di kostum timnas nomor 10. Menjadi gengsi tinggi bila seorang pemain berhasil mengenakan angka 10 di punggungnya. Sebab, pemain yang dipercaya membawa angka 10 di kostumnya dianggap sebagai pilar istimewa dan fenomenal.

Di kalangan tim sepak bola, pemilik kostum 10 disebut-sebut sebagai jantung sebuah tim. Karena itu, sudah menjadi tradisi bahwa pelatih selalu menyeleksi ketat pemain yang layak memakai kostum 10 sebelum mengirimkan daftar skuad ke penyelenggara even besar seperti Piala Dunia dan Piala Eropa.

Termasuk Euro 2008 di Swiss-Austria, penentuan siapa yang layak menyandang angka 10 memantik pro dan kontra. Timnas Italia, misalnya. Menjelang pengumuman rilis skuad Azzurri -julukan Timnas Italia- kemarin (29/5), muncul perdebatan panas untuk mencari pengganti Francesco Totti yang memilih pensiun dari timnas.

Ada yang menuntut si pemain harus punya kemampuan di atas pemain lain. Tapi, pelatih Italia Roberto Donadoni tidak memedulikan "tradisi" itu. Dia justru menyerahkan sepenuhnya pilihan tersebut kepada pemain.

Akhirnya, Danielle de Rossi dianggap pantas mewarisi nomor keramat itu. "Semua sudah oke. Kami sudah membicarakannya dengan tuntas. Jadi, saya yakin tak ada masalah lagi," ujar Donadoni seperti dilansir Goal.

Langkah Donadoni memang sudah tepat. Sebab, Azzurri sudah memiliki beberapa generasi yang mewarisi nomor 10. Nama seperti Gianni Rivera, Omar Sivori, dan Roberto Baggio pun menjadi legenda. Di Italia, perdebatan itu selalu terjadi dalam satu dekade terakhir. Pada Piala Dunia 1998 di Prancis, Alessandro Del Piero mewarisi nomor 10 dari Baggio. Tapi, Del Piero harus merelakan Francesco Totti mengenakannya ketika Piala Dunia 2006.

"De Rossi telah memakai angka tersebut sepanjang kualifikasi. Jadi, kami menilai dia lebih layak daripada tiga kandidat lain, yakni Andrea Pirlo, Antonio Cassano, dan Del Piero," terang salah seorang pemain Azzurri.

Berbeda dengan Italia, Prancis justru masih belum memutuskan siapa pemilik angka istimewa tersebut. Mereka masih menyeleksi ketat sehingga meminta dispensasi waktu kepada panitia Euro 2008. Les Bleus -julukan Timnas Prancis- diizinkan menyetorkan nama pemain tanpa nomor kaus.

"Semua nomor dan data pemain sudah disetorkan, kecuali Prancis. Sebab, masih ada beberapa problem administratif," tulis panitia Euro 2008 dalam situs resminya. Pelatih Prancis Raymond Domenech mungkin kesulitan soal siapa yang layak mewarisi nomor milik Zinedine Zidane itu. Meski, di kualifikasi, angka tersebut dipinjam oleh striker Sidney Govou.

"Saya masih punya waktu untuk membuktikan bahwa saya tidak sekadar melengkapi tim. Apalagi, saya menyandang nomor sakral," papar Neuville. "Tak ada yang benar-benar membuat seorang pemain menjadi istimewa. Sehingga, saya kesulitan memutuskan. Saya masih butuh sedikit waktu lagi," bantah Domenech.

Portugal dan Republik Ceko ternyata memilih tidak mengistimewakan nomor 10. Buktinya, mereka menempatkan pemain debutan di nomor 10. Portugal menyerahkan nomor keramat itu kepada gelandang muda Sporting Lisbon Joao Moutinho, sedangkan Ceko memilih striker Vaclav Sverkos (FC Banik Ostrava).

Legenda hidup Brazil, Edison Arantes do Nascimento alias Pele, memaknai angka 10 dengan istimewa. "Sepuluh adalah kesempurnaan. Lihat jari kaki dan tangan Anda, berapa jumlahnya? Karena memuja kesempurnaan, saya memilih 10 sebagai nomor punggung favorit saat menjadi pemain," papar Pele dalam sebuah wawancara dengan BBC.

Jejak Pele itu rupanya menginspirasi pemain fenomenal asal Argentina, Diego Armando Maradona. Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) bahkan mengajukan proposal kepada FIFA agar nomor 10 di skuad Argentina dipensiunkan pada Piala Dunia 2002. "Kami ingin menghormati Maradona yang menjadi legenda sepak bola Argentina," tulis AFA dalam proposalnya kala itu. Namun, FIFA menolak usul tersebut, bahkan mengancam akan memotong kuota tim Tango menjadi 22 nama. Akhirnya, pada Piala Dunia Korea- Jepang itu, Argentina membatalkan rencananya dan memberikan nomor 10 kepada Ariel Ortega. (zul/iro) sumber : pesona kehidupan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Belajar Bahasa Inggris