Sophan Sophiaan Korban Jalanan Rusak



17 Mei 2008
Jalanan rusak kembali menelan korban. Kali ini yang jadi korban bukan sembarang orang. Ia adalah Sophan Sophiaan. Ia terpelanting dari motor Harley Davidson akibat menghindari lubang. Ia meninggal dunia di tempat.

Sophan luka parah di bagian dada. Ia mengembuskan napas terakhir di tempat sebelum sempat mendapat perawatan di RSUD Sragen. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.00 WIB.

Ketika itu, Sophan mengendarai motor gede (moge) Harley Davidson dan memimpin rombongan dalam rangka kirab 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional. Peristiwa mengejutkan itu terjadi di perbatasan Sragen, Jawa Tengah, dan Ngawi, Jawa Timur.

Menurut Tri Erika, rekan satu rombongan Sophan, saat melintasi lubang di perbatasan kedua provinsi itu, almarhum terjatuh. Motornya terguling, tubuh Sophan tertimpa motor, dan membentur batu jalanan.

Rombongan berangkat dari Jakarta pada 12 April 2008 menuju Rengas Dengkok, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Rembang, Tuban, dan Surabaya. Sejumlah kota lain disinggahi rombongan yang dijadwalkan finis di Monas, Jakarta, pada 20 Mei. Rombongan terdiri atas 270 penggemar moge.

Dr Imam Fadli, salah seorang dokter RSUD Sragen yang menangani Sophan mengatakan, sejumlah tulang di bagian dada korban patah. Bagian paha dan lengannya juga terluka. Sophan meninggal saat perjalanan dari lokasi kejadian menuju RSUD Sragen.

Imam mengatakan, Sophan meninggal akibat kecelakaan tunggal saat mencoba menghindari sebuah lubang besar di Jalan Raya Ngawi-Sragen km 18-19.

"Korban diperkirakan meninggal tidak lama setelah kecelakaan," ujarnya.

Menyusul tragedi Sophan ini, jumlah korban kecalakaan lalu lintas akibat jalanan rusak belakangan memang sudah sangat banyak. Tak terkecuali di seputar Jakarta.

Kepala Seksi Kecelakaan Lalu Lintas Direktorat Lalu Lintas Polda Metrojaya Kompol Irvan Prawira mengakui grafik jumlah kasus kecelakaan yang disebabkan jalanan rusak dan berlubang naik setiap bulan.

“Kami mengimbau pengendara sepeda motor untuk waspada jika melintas di Jalan Gatot Subroto karena banyak jalan rusak dan berlubang,” kata Irvan.

Jalan rusak dan berlubang di wilayah Gatot Subroto dari arah Pancoran maupun Slipi memang makin parah, terutama di depan Supermarket Hero. Kerusakan juga terjadi di Jalan Tubagus Angke, Hayam Wuruk, Gajah Mada, Daan Mogot, Panjang, Jembatan Dua, Kapuk, Kamal, bahkan di Jalan Sudirman.

Data TMC Direktorat Lalu Lintas Polda Metrojaya menunjukkan, jumlah korban kecelakaan akibat jalan rusak terus meningkat.

Anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyatakan, kerusakan itu terkait tanggung jawab negara terhadap warga yang telah membayar pajak.

Turus melanjutkan, menurut data Mabes Polri, dari 30.000 orang yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas, 3% di antaranya akibat jalan rusak. Artinya, urusan perbaikan jalan harus diprioritaskan. Tidak perlu menunggu pencairan APBD dan APBN. [I3] IWAN ULHAQ PANGGU
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Belajar Bahasa Inggris