Maryland - Seorang anak laki-laki tak bisa tinggal diam melihat ibunya diserang seorang pria. Anak berumur 12 tahun itu mengambil pisau dan mengayunkannya ke tubuh si penyerang. Pria itu pun tewas akibat luka-luka yang dideritanya.
Peristiwa ini terjadi di daerah Landover, Maryland, Amerika Serikat seperti diberitakan Washington Post, Kamis (3/4/2008).
Pelaku penyerangan, Salomon Noubissie meninggal di rumah sakit setelah lehernya terkena sabetan pisau anak tersebut.
Menurut anak yang tak disebutkan namanya itu, saat sedang bermain video game, dirinya mendengar sang ibu, Cheryl Stamp menjerit. Anak itu kemudian menemukan ibunya berbaring di lantai dapur. Cheryl sedang meronta-ronta melawan Noubissie, seorang tetangga yang mencekik lehernya.
"Saya terus bilang, berhenti! Berhenti! Berhenti!" kata anak tersebut. "Namun dia (Noubissie) tak mempedulikan saya. Dia tidak berhenti. Dia terus melukai ibu saya," imbuhnya.
Saat itulah, si anak mengambil pisau dan mengayunkannya ke tubuh bagian atas Noubissie.
Kepolisian setempat mengatakan, kasus seorang anak kecil membunuh seseorang demi melindungi ibunya terbilang langka. Belum dipastikan apakah polisi akan menjatuhkan tuntutan hukum atas anak tersebut. Namun kemungkinan anak tersebut akan dibebaskan dengan dalih membela diri.
Anak berumur 12 tahun itu mengaku tidak senang dengan apa yang telah terjadi, namun dia tak punya pilihan. "Saya bilang pada Tuhan kalau saya telah menikam dia karena dia akan membunuh ibu saya. Saya tahu Dia maklum dan saya pikir Dia akan terus menjaga kami," kata anak tersebut. ( ita / nrl )
Rita Uli Hutapea - detikcom
Peristiwa ini terjadi di daerah Landover, Maryland, Amerika Serikat seperti diberitakan Washington Post, Kamis (3/4/2008).
Pelaku penyerangan, Salomon Noubissie meninggal di rumah sakit setelah lehernya terkena sabetan pisau anak tersebut.
Menurut anak yang tak disebutkan namanya itu, saat sedang bermain video game, dirinya mendengar sang ibu, Cheryl Stamp menjerit. Anak itu kemudian menemukan ibunya berbaring di lantai dapur. Cheryl sedang meronta-ronta melawan Noubissie, seorang tetangga yang mencekik lehernya.
"Saya terus bilang, berhenti! Berhenti! Berhenti!" kata anak tersebut. "Namun dia (Noubissie) tak mempedulikan saya. Dia tidak berhenti. Dia terus melukai ibu saya," imbuhnya.
Saat itulah, si anak mengambil pisau dan mengayunkannya ke tubuh bagian atas Noubissie.
Kepolisian setempat mengatakan, kasus seorang anak kecil membunuh seseorang demi melindungi ibunya terbilang langka. Belum dipastikan apakah polisi akan menjatuhkan tuntutan hukum atas anak tersebut. Namun kemungkinan anak tersebut akan dibebaskan dengan dalih membela diri.
Anak berumur 12 tahun itu mengaku tidak senang dengan apa yang telah terjadi, namun dia tak punya pilihan. "Saya bilang pada Tuhan kalau saya telah menikam dia karena dia akan membunuh ibu saya. Saya tahu Dia maklum dan saya pikir Dia akan terus menjaga kami," kata anak tersebut. ( ita / nrl )
Rita Uli Hutapea - detikcom
