Dewi Persik: Emangnya Saya Pelacur?

Kemelut yang dihadapi pedangdut asal Jember, Dewi Perssik terkait imbauan dari Walikota Tangerang seputar goyangannya di atas panggung tak membuat pedangdut berusia 25 tahun ini menggoyahkan pendiriannya dalam berkarya serta berkreasi di bidang seni, khususnya musik dangdut.

Bagi Dewi, tak ada yang harus diubah. Dengan kalimat tegas, ia pun menyatakan bahwa statusnya adalah seorang pekerja seni dan bukan wanita bayaran. Masalah berpakaian, Dewi mengaku sebagai warga negara yang baik serta seorang publik figur, Dewi merasa cukup bisa menempatkan diri. Beberapa contoh seputar tata cara berpakaian pun ia sebutkan.

"Kenapa saya harus berubah, emangnya saya pelacur? Kita ini negara hukum, negara yang punya aturan, punya attitude, ahlak, katanya kembali ke ahlak, kalau ahlak nggak dengan cara seperti itu," kata Dewi menyoroti pencekalan yang dilakukan oleh Walikota Tangerang terhadap dirinya.

Tak hanya itu saja, sebagai profesional semua yang ia lakukan di atas panggung hanyalah sebatas kerja semata dan tergantung order dari perusahaan maupun event organizer yang mengundangnya. Niat Dewi hanyalah mencari uang di jalan halal dan berusaha menghibur para penggemar dengan baik.

"Kalau pakaian yang penting... kalau berurusan dengan acara keagamaan nggak mungkinlah saya memakai baju yang kelihatan pantatnya atau kelihatan payudaranya. Saya terserah klien saya, Dewi Persik boleh bergoyang saya bergoyang, Dewi Persik diundang di acara pakai jilbab saya pakai jilbab, apa susahnya. Orang saya di sini penghibur yang dicintai oleh semua orang, semua kalangan. Diminta untuk acara gong xi fa cai dan berpakaian China hayu.., untuk acara jepang hayak.." tambah Dewi. (Kompas)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Belajar Bahasa Inggris