Mahasiswi berusia 22 tahun, Nurhayati, diculik pria bermobil Toyota Avanza di depan pertokoan Robinson, Kota Tangerang. Ia diculik di tengah keramaian dan hadapan ayahnya, H Amirudin.
Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, Kompol Budhi Herdi Susianto mengaku sudah menerima laporan lisan mengenai penculikan tersebut. Namun Amirudin menolak membuat laporan tertulis lantaran khawatir dianggap membuat laporan palsu.
Menurut Budhi, Nurhayati dan ayahnya berjalan di depan pertokoan Robinson. "Tiba-tiba ada mobil Toyota Avanza warna hitam memepet mereka. Lalu, pintu mobil terbuka dan penumpangnya menarik Nur dengan paksa. Mobil itu kemudian kabur," katanya. Mobil tersebut bernomor polisi B 17XX BK.
Amirudin tak bisa berbuat banyak. Dia kemudian melapor ke Mapolrestro Tangerang yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian. Setelah Amirudin menceritakan peristiwa yang menimpa putrinya, polisi minta warga Kampung Jenggot RT 03/01, Desa/Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, tersebut membuat laporan tertulis.
Namun Amirudin justru berubah pikiran. "Alasannya, dia khawatir dianggap membuat laporan palsu. Karena itu Amirudin berencana menunggu anaknya, siapa tahu dia pulang ke rumah. Soalnya, ketika ditarik masuk ke mobil, Nur juga tidak berteriak minta tolong," tutur Budhi.
Menurut seorang petugas Polrestro Tangerang, Nurhayati dan ayahnya berada di jantung Kota Tangerang untuk berbelanja. Nurhayati adalah mahasiswi sebuah universitas di Jakarta. Namun polisi belum mengetahui pasti alamat kampus Nurhayati karena ayahnya dalam kondisi panik sehingga belum memberikan keterangan secara lengkap.
Kasus penculikan yang menghebohkan baru-baru ini juga terjadi di Kota Tangerang. Seorang siswi sebuah SMK di Jakarta Utara, Sasa (bukan nama sebenarnya-Red) diculik dan disekap di rumah Toyib (35), pemulung, selama sekitar dua bulan. Selama waktu itu, Sasa berkali-kali digagahi penculiknya. Sasa dipulangkan ke keluarganya di Jakarta Utara awal Maret lalu.
Penculikan Sasa berawal ketika suatu malam, gadis berusia 16 tahun itu pergi ke toko untuk membeli voucher handphone. Saat Sasa hendak pulang, seorang sopir taksi menawarkan tumpangan. Sasa bersedia ikut. Ternyata Sasa dibawa ke seorang wanita yang tinggal di Kota Tangerang. Setelah itu, Sasa diserahkan ke Toyib dan disekap hingga sekitar dua bulan. Selama tinggal di rumah Toyib, Sasa diberi makan sekali dalam sehari dengan lauk seadanya. Sumber
Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, Kompol Budhi Herdi Susianto mengaku sudah menerima laporan lisan mengenai penculikan tersebut. Namun Amirudin menolak membuat laporan tertulis lantaran khawatir dianggap membuat laporan palsu.
Menurut Budhi, Nurhayati dan ayahnya berjalan di depan pertokoan Robinson. "Tiba-tiba ada mobil Toyota Avanza warna hitam memepet mereka. Lalu, pintu mobil terbuka dan penumpangnya menarik Nur dengan paksa. Mobil itu kemudian kabur," katanya. Mobil tersebut bernomor polisi B 17XX BK.
Amirudin tak bisa berbuat banyak. Dia kemudian melapor ke Mapolrestro Tangerang yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian. Setelah Amirudin menceritakan peristiwa yang menimpa putrinya, polisi minta warga Kampung Jenggot RT 03/01, Desa/Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, tersebut membuat laporan tertulis.
Namun Amirudin justru berubah pikiran. "Alasannya, dia khawatir dianggap membuat laporan palsu. Karena itu Amirudin berencana menunggu anaknya, siapa tahu dia pulang ke rumah. Soalnya, ketika ditarik masuk ke mobil, Nur juga tidak berteriak minta tolong," tutur Budhi.
Menurut seorang petugas Polrestro Tangerang, Nurhayati dan ayahnya berada di jantung Kota Tangerang untuk berbelanja. Nurhayati adalah mahasiswi sebuah universitas di Jakarta. Namun polisi belum mengetahui pasti alamat kampus Nurhayati karena ayahnya dalam kondisi panik sehingga belum memberikan keterangan secara lengkap.
Kasus penculikan yang menghebohkan baru-baru ini juga terjadi di Kota Tangerang. Seorang siswi sebuah SMK di Jakarta Utara, Sasa (bukan nama sebenarnya-Red) diculik dan disekap di rumah Toyib (35), pemulung, selama sekitar dua bulan. Selama waktu itu, Sasa berkali-kali digagahi penculiknya. Sasa dipulangkan ke keluarganya di Jakarta Utara awal Maret lalu.
Penculikan Sasa berawal ketika suatu malam, gadis berusia 16 tahun itu pergi ke toko untuk membeli voucher handphone. Saat Sasa hendak pulang, seorang sopir taksi menawarkan tumpangan. Sasa bersedia ikut. Ternyata Sasa dibawa ke seorang wanita yang tinggal di Kota Tangerang. Setelah itu, Sasa diserahkan ke Toyib dan disekap hingga sekitar dua bulan. Selama tinggal di rumah Toyib, Sasa diberi makan sekali dalam sehari dengan lauk seadanya. Sumber
