Ibarat pagar makan tanaman. Sebagai anggota satpam, Mansyur (30) seharusnya menjaga keamanan majikan dan keluarganya. Tapi, satpam yang satu ini justru berbuat sebaliknya. Dia tega memerkosa anak majikan yang seorang pengusaha kaya di rumahnay di kawasan Cireundeu, Ciputat, Tangerang. Sampai hari ini, anggota reserse Polrestro Jakarta Selatan yang menangani kasus asusila itu masih mengejar Mansyur. Diperkirakan Mansyur kabur ke luar kota.
Informasi yang dihimpun Warta Kota menyebutkan, Mawar (19) --bukan nama sebenarnya-- melaporkan kasus itu pada Selasa (8/4) sekitar pukul 22.00. Dia diantar oleh seorang saudaranya.
Kepada polisi, wanita muda itu mengatakan, Selasa malam itu ia tidur seorang diri di kamar rumahnya di Jalan Baliview, Cireudeu, Ciputat. Kedua orang tuanya bepergian ke luar kota.
Malam itu, Mawar terkejut mendengar suara pintu kamarnya didobrak orang dari luar. Tidak lama kemudian muncul wajah yang sudah sangat dikenalnya, yaitu Mansyur. Laki-laki bertubuh kekar itu mengancam akan menghabisi nyawa anak majikannya bila mencoba melawan atau berteriak minta tolong.
Petugas keamanan itu ternyata bukan menginginkan harta benda. Dia justru menghendaki harta yang sangat berharga milik Mawar. Di bawah ancaman akan dibunuh, wanita belia ini hanya bisa pasrah sambil berdoa. Satpam biadab itu dalam waktu beberapa menit kemudian berhasil merenggut keperawanan Mawar. Mansyur kemudian pergi meninggalkan korban seorang diri.
Setelah Mansyur kabur, dengan sisa tenaga yang ada Mawar mencoba mengubungi saudaranya. Tidak lama kemudian saudara korban yang dihubungi lewat telepon itu datang. Setelah berunding dan meminta pertimbangan sejumlah anggota keluarga, peristiwa aib itu pun dilaporkan ke polisi.
Kepala Unit Reskrim Polrestro Jakarta Selatan Kompol Iwan Kurniawan mengatakan, polisi masih memburu Mansyur. "Tim kami masih di lapangan," ujarnya.
Setelah memberikan laporan pengaduan ke polisi, korban diantar petugas Polrestro Jakarta Selatan menuju ke RS Fatmawati untuk divisum. Bpost
Informasi yang dihimpun Warta Kota menyebutkan, Mawar (19) --bukan nama sebenarnya-- melaporkan kasus itu pada Selasa (8/4) sekitar pukul 22.00. Dia diantar oleh seorang saudaranya.
Kepada polisi, wanita muda itu mengatakan, Selasa malam itu ia tidur seorang diri di kamar rumahnya di Jalan Baliview, Cireudeu, Ciputat. Kedua orang tuanya bepergian ke luar kota.
Malam itu, Mawar terkejut mendengar suara pintu kamarnya didobrak orang dari luar. Tidak lama kemudian muncul wajah yang sudah sangat dikenalnya, yaitu Mansyur. Laki-laki bertubuh kekar itu mengancam akan menghabisi nyawa anak majikannya bila mencoba melawan atau berteriak minta tolong.
Petugas keamanan itu ternyata bukan menginginkan harta benda. Dia justru menghendaki harta yang sangat berharga milik Mawar. Di bawah ancaman akan dibunuh, wanita belia ini hanya bisa pasrah sambil berdoa. Satpam biadab itu dalam waktu beberapa menit kemudian berhasil merenggut keperawanan Mawar. Mansyur kemudian pergi meninggalkan korban seorang diri.
Setelah Mansyur kabur, dengan sisa tenaga yang ada Mawar mencoba mengubungi saudaranya. Tidak lama kemudian saudara korban yang dihubungi lewat telepon itu datang. Setelah berunding dan meminta pertimbangan sejumlah anggota keluarga, peristiwa aib itu pun dilaporkan ke polisi.
Kepala Unit Reskrim Polrestro Jakarta Selatan Kompol Iwan Kurniawan mengatakan, polisi masih memburu Mansyur. "Tim kami masih di lapangan," ujarnya.
Setelah memberikan laporan pengaduan ke polisi, korban diantar petugas Polrestro Jakarta Selatan menuju ke RS Fatmawati untuk divisum. Bpost
