Video Mesum di Kediri Diduga, Mahasiswa Fakultas Hukum

Beredarnya video mesum berjudul Reality Show Cah Uniska membuat para pejabat di Universitas Islam Kadiri kalang kabut. Pihak rektorat sibuk memburu pelakunya.
Dipimpin Rektor Uniska Ir Abu Talkah Mustakim, para pembantu rektor, kepala jurusan, dan dosen, mengecek data base mahasiswa di buku induk mahasiswa. "Kami benar-benar syok. Kami meneliti semua data siswa dan mencocokkannya dengan foto di video," ujar Abu, Selasa

Setelah mendapatkan kopi video mesum berdurasi 5 menit 35 detik, pihak rektorat membolak-balik data mahasiswa. Seorang dosen fakultas hukum mengaku mengenali sosok perempuan di video.

"Tapi, setelah dicek, tidak ditemukan dalam data base kami," jelas Abu. Pihak rektorat bahkan sempat memanggil mahasiswi yang wajahnya mirip perempuan di video.
Namun, pemeran di video tak bertato. "Sedangkan mahasiswi Fakultas Hukum Uniska memiliki tatoo," papar Pembantu Rektor I Uniska Mustain. Total mahasiswa Uniska 1.460. Mereka tersebar di 7 program studi pada 6 fakultas. Sekitar 60 persen mahasiswa adalah perempuan.
Dari hasil pencocokan foto, ternyata tak ada mahasiswa yang wajahnya mirip di video.

Namun, kalau dalam penelitian selanjutnya memang pelakunya mahasiswa Uniska, maka pihak rektorat pasti akan mengeluarkannya. "Mungkin nama institusi kami hanya dicatut untuk nama file atau judul saja. Karena itu, kasus ini kami laporkan ke polisi sebagai pencemaran nama baik lembaga," tandas Mustain.

Sementara, Yani Elia, mahasiswi Fakultas Pertanian, mengaku pernah melihat wajah gadis pemeran video mesum itu saat duduk di semester awal. Kapolwl Kediri Kombes Pol Tjuk Basuki mengatakan, "Kalau memang diperlukan, kami akan mendapatkan saksi ahli multimedia Roy Suryo," kata Tjuk. Bra Merah Beredarnya video mesum berdurasi 5 menit 35 detik itu ternyata juga bisa ditemukan di internet. Misalnya di situs http://siantarboys.blogspot.com atau www.bintangmawar.net, video itu diberi titel Cewek Bra Merah.

Di sejumlah warnet di Kediri, gambar porno ini bisa diakses dengan bebas. Sejak beredar video Cah Uniska dari ponsel ke ponsel, banyak netter memburunya di internet.

Di sana, mereka tak hanya menemukan yang dari Kediri, melainkan juga video mesum PNS Klaten, pejabat Singkawang, Dewan Bengkulu, dan lainnya. Seorang pengelola warnet mengaku tidak bisa membendung netter yang gemar berburu gambar atau video porno.
Sebab, mereka membayar. "Kami hanya bisa memasang software penangkal file, sehingga ketika komputer dihidupkan ulang, otomatis tampilan akan hilang," ungkap Hari. ais

Sumber : Surya Online
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Belajar Bahasa Inggris