Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengingatkan, agar umat Islam di seluruh Indonesia tidak menyebarkan agama Islam dengan kekerasan, karena keyakinan itu berawal dari kesadaran, bukan dari paksaan.
Keberadaan masjid hendaknya tetap menjadi tempat beribadah yang suci, tempat bersujud kepada Sang Khalik, untuk mewujudkan rasa keislaman yang sejuk dan damai.
"Tirulah cara-cara damai yang dicontohkan para Wali Songo (Wali Sembilan), yang tidak pernah sekalipun melakukan penyebaran agama (Islam) dengan kekerasan. Sebab itu, hentikan cara-cara kekerasan itu karena bukan simpati yang bakal dituai, namun kebencian yang akan tumbuh berkembang," kata Kiai Hasyim, dalam tausyiahnya pada peresmian Masjid Agung Annur, Kota Batu, Jawa Timur (Jatim), Minggu (23/3) siang.
Dalam prosesi acara peresmian yang dilakukan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko itu tampak sejumlah ulama sepuh se-Malang Raya, termasuk mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim dan mantan Rais Syuriah Pengurus Wilayah (PW) NU Jatim, KH Masduqi Mahfudz.
Korupsi Meningkat
Semakin banyak masjid dibangun, bahkan jauh lebih indah dibanding 20 tahun silam. Namun, mengapa kemungkaran, kekerasan, kejahatan, dan tindakan tercela, termasuk penyimpangan, utamanya korupsi, semakin meningkat dan banyak dilakukan (para pemimpin).
"Tidak ada cara lain yang mampu mengendalikan hawa nafsu menumpuk harta di atas kesengsaraan umat, tanpa bekal istiqomah dan takwa kepada Allah SWT," katanya.
Dia berpesan kepada Eddy Rumpoko, agar jangan dulu membangun Islamic Centre dengan berbagai fasilitas Information Technology (IT), namun dorong lembaga-lembaga pendidikan, termasuk pengajian-pengajian di kampung-kampung sebagai bagian dari pembentukan iman dan akhlak mulia.
"Wali kota itu ibarat seorang ayah di dalam suatu keluarga yang taat beribadah, maka akan ditiru istri dan anak-anaknya sehingga terwujud suasana keluarga yang sakinah," kata Kiai Hasyim disambut tepuk tangan meriah.
Akibat kesulitan ekonomi yang disebabkan kenaikan harga sembako dan penunjang kebutuhan hidup lainnya dewasa ini, membuat banyak ibu miskin tega membunuh anak-anaknya, karena khawatir anak-anak mereka akan hidup sengsara. Ibu-ibu itu menempuh jalan singkat pasti bukan karena benci, namun imannya yang tidak kuat, sehingga menganggap anak-anak mereka tidak akan mampu menghadapi kerasnya kehidupan ini.
"Ini dapat kita cerahkan melalui agama, karena agama adalah way of life (pandangan hidup) yang sama sekali tidak terkait dengan masalah-masalah politik. Karenanya, ke masjid jangan dalam artian fisik, namun benar-benar untuk bersujud dalam rangka pembentukan iman dan takwa guna mengamalkan rasa keislaman dengan beribadah, berakhlak mulia dan menjauhkan diri dari kekerasan," katanya.
